忍者ブログ

Saru Fukuwarai Blog

Cara Merawat Anak Kucing yang Baru Lahir

×

[PR]上記の広告は3ヶ月以上新規記事投稿のないブログに表示されています。新しい記事を書く事で広告が消えます。

Cara Merawat Anak Kucing yang Baru Lahir


Cara merawat anak kucing yang baru lahir. Kucing salah satu hewan yang digandrungi untuk dipiara sebab tingkahnya yang lucu serta menggemaskan, terlebih anak kucing yang baru lahir.


Tetapi walau anak kucing itu lucu, perawatan anak kucing dapat disebut lebih susah ketimbang dengan kucing dewasa loh.

Ditambah lagi buat anak kucing yang baru lahir, karena itu kamu yang memiliki kucing mesti tahu nih cara merawat anak kucing yang baru lahir.

Perlengkapan Menjaga Anak Kucing Baru Lahir

Waktu menjaga anak kucing yang baru lahir, ada sejumlah perabotan yang penting Kamu mempunyai buat keperluan anak kucing yang baru lahir.

Kemungkinan perabotan yang diperlukan berbeda bergantung kondisi, tapi kepentingan perabotan itu bisa disinkronkan.

1. Tempat tidur kucing dan selimut

Anak kucing yang baru lahir butuh ditaruh di daerah yang hangat, Kamu dapat memakai keranjang plastik sisa maupun kardus yang kuat buat memposisikan anak kucing.

Saat sebelum tempatkan anak kucing, berikan tempat tidur itu selimut buat menghangatkan badan kucing.

Selimut yang dipakai dapat berwujud kain yang tebal maupun handuk sisa buat mengontrol temperatur badan anak kucing selalu hangat.

2. Susu anak kucing

Berikan anak kucing susu yang spesial dan direkomendasikan oleh dokter hewan maupun petshop.

Kamu dapat baca artikel Susu Kucing untuk ketahui susu yang sesuai untuk anak kucing.

Tidak cuman susu, Kamu pun perlu punya botol susu buat meringankan saat memberikan susu di anak kucing.

3. Perlengkapan untuk bersihkan anak kucing

Anak kucing yang baru lahir pula perlu dibuat bersih, pakai kapas atau kain yang halus untuk bersihkan badan anak kucing sebelumnya mereka bisa bersihkan badannya sendiri.

Cara Menjaga Anak Kucing Baru Lahir

Selanjutnya, sehabis kamu tahu apa yang sebaiknya disiapkan, kamu harus ketahui pun bagaimana beberapa langkah menjaga anak kucing.

1. Yakini serta menjaga anak kucing supaya selalu hangat

Apabila Kamu mendapatkan anak kucing yang lahir tanpa ada induk kucing, Kamu mesti langsung membuat perlindungan anak kucing itu biar tak kedinginan.

Kamu dapat melindunginya dengan langkah bawa kucing itu dan meletakkannya dibalik kemeja yang dekat sama kulit maka masih hangat.

Anak kucing yang baru lahir tak dapat menciptakan panas yang cukup buat badannya sendiri sampai berumur 3 sampai empat minggu.

Biasanya induk kucing serta sama-sama anak kucing dapat sama-sama menghangatkan keduanya.

Sepanjang minggu awal semenjak lahir, Kamu mesti selalu mengawasi temperatur tubuh anak kucing di antara 31 hingga sampai 33 derajat celcius.

Di dua minggu seterusnya, anak kucing memerlukan temperatur badan lebih kurang 27 derajat celcius. Baru selesai anak kucing berumur 5 minggu, anak kucing dapat bertahan pada temperatur di bawah temperatur kamar.

2. Berikan susu untuk anak kucing

Anak kucing yang baru lahir perlu dikasih susu yang diformulasiklan spesial untuk anak kucing yang baru lahir.

Rata-rata susu untuk anak kucing baru lahir direferensikan oleh dokter hewan atau bisa diperoleh di petshop.

Jangan pernah Kamu memberi susu manusia buat anak kucing, sebab susu itu punya kandungan laktosa yang tinggi maka dari itu bisa menghancurkan aliran pencernaan anak kucing itu.

Pemberian susu dapat dijalankan memakai alat tetes mata atau botol susu khusus buat anak kucing.

Apabila Kamu punyai alat tetes mata, berhati-hati waktu berikan susu itu, jangan sempat Kamu memaksakan memasukkan.

Diamkan anak kucing itu mengisap perlahan-lahan dengan kecepatannya. Apabila Kamu memaksain, bisa saja susu bakal masuk di paru-paru anak kucing yang dapat menjadikan pnemonia.

Yakinkan perlengkapan yang dipakai steril sebelumnya difungsikan.

3. Berikan dorongan biar anak kucing bisa BAB

Saat berada induk kucing, induk kucing itu akan menjaga mulut dan anus anak kucing.

Induk kucing dapat menjilat perut anak kucing, hingga bisa menggerakkan kotoran yang ada dalam perut dan anus anak kucing.

Sehingga Kamu penting menggosok perut serta anus anak kucing gunakan bola kapas serta tisu yang dibasahi memakai air hangat secara halus.

Perihal itu bisa menolong menggerakkan pembuangan kotoran serta membuat anak kucing terus bersih.

4. Yakinkan kebersihan badan anak kucing

Anak kucing banyak habiskan waktunya untuk tidur, maka dari itu pada tempat kira-kira mata anak kucing akan ada beberapa kotoran mata.

Membersihkan ruangan itu di saat anak kucing bangun, hingga anak kucing bisa lihat secara baik waktu buka mata.

Langkahnya lumayan gampang, Kamu penting mencelupkan kapas di air hangat, sapukan kapas itu ke ruang kurang lebih mata anak kucing dengan perlahan-lahan hingga sampai kotoran yang ada raib.

Waktu Kamu memberinya makan serta bersihkan anak kucing, ingat untuk bersihkan bulunya dengan handuk basah yang hangat.

Hal itu dapat menolong untuk bersihkan bulu kucing, memberinya hati jadi perhatian, serta mengajar anak kucing itu buat bersihkan dianya.

5. Proses penyapihan

Kamu bisa untuk mulai menyapih anak kucing saat anak kucing itu udah berumur empat minggu.

Pertama, awali sama memberikannya susu di mangkok. Seterusnya, berpindah ke makanan kucing padat secara perlahan-lahan.

Kamu dapat membasahi makanan itu bersama air atau susu. Proses itu butuh waktu dan tidak sekencang yang Kamu renungkan.

Waktu Kamu mulai berikan susu di mangkok, turunkan pemberian susu dalam botol.

Saat Kamu menentukan untuk menjaga anak kucing yang baru lahir, yakinkan untuk menjaganya secara baik serta coba buat penuhi semua kepentingannya.

Betul-betul menjaga anak kucing ini susah-susah gampang serta diperlukan perhatian lebih biar anak kucing bisa berkembang dan tumbuh dengan sehat tanpa ada penyakit.

Demikian basahan seputar cara merawat anak kucing yang baru lahir. Semoga saja dapat bermanfaat bagi kalian yang sedang cari informasi diatas. See you.

拍手[0回]

PR

コメント

ただいまコメントを受けつけておりません。

カテゴリー

P R